Makan cokelat dan minum soda picu jerawat
"Kontroversi diet terhadap jerawat terus berlanjut," terang Amy Derick,
MD, FAAD, seorang dermatolog dari Great Barrington, Illinois."Ide bahwa
cokelat dan kafein menyebabkan jerawat belum pernah benar-benar
terbukti," tutur Derick, seperti dikutip situs webmd.com. Beberapa
studi, terang dia, telah menunjukkan bahwa produk susu kemungkinan
memengaruhi jerawat, karena adanya hormon dan bakteri dalam susu."Tapi
datanya tidak kuat. Dan saya tidak menganjurkan seorang perempuan
berusia 30 untuk mengurangi asupan susu yang sangat diperlukan untuk
kesehatan tulang," tegas Derick.
Stres picu jerawat
Mitos ini kemungkinan mempunyai beberapa fakta di kehidupan sebenarnya,
tapi masih sulit untuk diukur secara pasti."Beberapa studi menemukan
bahwa mahasiswa mengalami peningkatan jumlah jerawat selama mengikuti
ujian akhir, tapi belum bisa dipastikan adanya hubungan sebab-akibat,"
terang Derick. Tidak semua mahasiswa mengalami penambahan jerawat selama
menghadapi masa-masa yang penuh tekanan."Jadi, stres kemungkinan
berperan. Tapi, kami belum melihat ada studi yang menunjukkan bahwa
stres bisa memperburuk jerawat."
Jangan pakai sunscreen karena akan memperparah jerawat
Yang perlu Anda lakukan adalah memilih sunscreen yang tepat. Zat kimia
dalam sunscreen, seperti Helioplex, menyebarkan sinar UV melalui rekasi
kimia, sehingga bisa menimbulkan bulatan-bulatan akibat panas. Jika Anda
rentan berjerawat, gunakan sunscreen fisik seperti zinc oxide.
Jerawat muncul karena kurang cuci muka
"Studi-studi pada remaja menunjukkan bahwa mencuci muka dua kali sehari
lebih efektif dibandingkan hanya sekali, tapi tidak perlu lebih dari
dua kali karena justru mengeringkan kulit," terang Derick. Produk
pembersih (cleanser), terang dia, hanya bertahan di kulit selama lima
detik.
Jerawat hanyalah masalah kecantikan semata
Jerawat memengaruhi perasaan Anda terhadap diri sendiri. Selain itu,
jika tidak ditangani dengan benar, jerawat bisa meninggalkan bekas luka
permanen.
Anda hanya perlu menunggu dan jerawat akan hilang
dengan sendirinya. Sekarang ini, Anda bisa memilih berbagai pengobatan
jerawat yang tersedia. Dermatolog bisa membantu Anda memilih perawatan
yang tepat. Anda bisa membersihkan jerawat dengan menggosok. Menggosok
merupakan hal terburuk yang bisa Anda lakukan."Menekan dan menggosok
kulit akan meninggalkan bekas luka," terang Derick."
1. Jerawat Hanya Terjadi Pada Remaja
Fakta: Semua orang dalam usia berapapun dapat mengalami masalah
jerawat. Bahkan, para pasien ahli kecantikan sering mengeluhkan masalah
jerawat dalam rentang usia 20 hingga 50 tahun.
2. Masalah Jerawat Akan Hilang Dengan Sendirinya
Fakta: Masalah jerawat dapat terjadi dalam waktu
bertahun-tahun, walaupun tidak seumur hidup. Jika Anda membiarkan
masalah jerawat tanpa bantuan obat oles, jerawat dapat semakin parah dan
menimbulkan bekas. Jerawat biasanya akan mereda jika diobati dengan
obat oles. Tetapi jika cara tersebut tak bekerja, biasanya dokter kulit
akan menyarankan obat yang ditelan untuk mengontrol jerawat yang timbul.
3. Kulit Kotor Sebabkan Jerawat
Fakta: Masalah jerawat adalah masalah yang rumit, terutama
mengenai kondisi kulit. Kulit yang kotor tak selamanya menimbulkan
jerawat, tetapi ada tipe bakteri bernama Propionibacteria acnes yang
dapat membuat jerawat yang muncul semakin parah dan meradang. Kulit
berminyak akibat sebum juga tidak menjadi penyebab jerawat, minyak alami
pada hidung adalah penyebab komedo.
4. Sering Mencuci Wajah Kurangi Jerawat
Fakta: Karena jerawat tidak disebabkan wajah yang kotor atau
minyak, maka mencuci wajah yang terlalu sering tidak akan mengatasi
masalah jerawat. Tetapi beberapa pencuci wajah yang mengandung benzoyl
peroxide, salicylic acid dan belerang (sulfur) dapat membantu
mengempeskan jerawat. Ingat, mencuci wajah terlalu sering justru dapat
membuat jerawat semakin meradang.
5. Memencet Jerawat Adalah Cara Terbaik
Fakta: Memencet jerawat hanya akan membuat bagian atas
permukaan kulit rusak dan meninggalkan bekas luka, bahkan bekas luka
permanen. Jangan sentuh area yang sedang mengalami jerawat. Cara terbaik
adalah mencuci wajah pada pagi dan malam hari, tepuk-tepuk dengan
handuk lembut, lalu oleskan krim jerawat yang mengandung benzoyl
peroxide atau salicylic acid.
6. Saat Berjerawat, Kita Tidak Bisa Memakai Makeup
Fakta: Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena pada saat Anda
berjerawat, Anda masih tetap dapat memakai berbagai produk kosmetik.
Pastikan bahwa kosmetik yang Anda pakai adalah noncomedogenic. Kosmetik
noncomedogenic berarti memiliki bahan yang tidak akan menyumbat
pori-pori. Pakai terlebih dahulu obat jerawat sebelum memakai makeup.
7. Uap Panas Bantu Kempeskan Jerawat
Fakta: Beberapa penelitian yang dilakukan, salah satunya yang
dilakukan di India menyebutkan bahwa jerawat akan semakin parah saat
udara panas. Panas dan keringat dapat membuat jerawat semakin parah.
Tunda dulu agenda sauna dan pastikan kulit Anda tetap berada pada suhu
dingin, hindari panas.
8. Berjemur Bisa Hilangkan Jerawat
Fakta: Mitos ini sudah pernah kami bahas sebelumnya dalam
artikel Mitos Seputar Jerawat. Beberapa terapi jerawat memakai sinar
hangat untuk meredakan jerawat, tetapi tidak dengan berjemur langsung di
bawah terpaan sinar matahari. Terpaan sinar UV justru dapat
meningkatkan risiko kulit menghitam, kusam bahkan kanker kulit. Lupakan
metode ini! Jika Anda ingin melakukan terapi blue light, photodynamic
therapy atau laser VBEAM untuk mengatasi jerawat, lakukan perawatan itu
pada dermatology terpercaya.